Agen Bola Terminal Bandar Bola Terpercaya
LAPAKDEWA LAPAKPOKER

Petualanganku Seorang Diri Part 17

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15Part 16
Part 17Part 18Part 19Part 20Part 21Part 22

Petualanganku Seorang Diri Part 17

Start Petualanganku Seorang Diri Part 17 | Petualanganku Seorang Diri Part 17 Start

Sebelumnya……

Aryo melakukan visit sore.

“Ayu.. Kamu belum di jemput? Kamu sudah bisa pulang kok..”

Aryo membuka omongan dengan Ayu sambil memeriksa luka Ayu.

“Mas.. Aku tidak mengabarkan pada siapapun keberadaan ku. Biarlah, aku belum sanggup bertemu keluarga ku. Aku pasti di cecar dan berondong banyak pertanyaan. Dan.. Aku gak bisa lagi berbohong. Aku.. Aku.. berat meninggalkan mu.. aku gak tau.. aku pasrah apa yang akan terjadi ke depan pada ku.. “

“Tapi kamu tetap harus pulang. Kamu gak akan kuat hidup begini. Dan.. Kamu harus menata lagi hidup mu. Mengenai aku, biarlah aku dianggap mati oleh dunia dan kamu bisa memulai hidup mu lagi. Jalan mu masih panjang..”

“Mas.. Aku gak bisa mas.. Aku sudah tidak berguna lagi. Siapa yang mau menerima wanita jahat ini? Dan yang telah penuh dosa dan noda maksiat ini..? Aku pulang pasti aku di interogasi, pasti bapak sudah melaporkan hilang nya aku ini ke polisi. Aku gak sanggup mas.. Aku gak mau keinginan mu untuk hidup tenang jadi gagal akibat pengakuan ku. Aku gak mau melakukan kesalahan lagi pada mu mas. Jika di izinkan, biarlah aku tinggal disini. Kerja apapun aku mau. Asal aku.. aku.. aku…”

“Asal apa..?”

“Asal mas maaf kan aku.. Dan tidak membuat aku jauh dari kamu.. Tapi.. Jangan salah paham.. Aku sadar.. Aku sadar sesadar-sadar nya, aku gak mungkin kembali berasama mu. Dokter Mila yang paling tepat untuk mu.. “

“Yah.. Semua masih mungkin kok. Asal jangan pernah berhenti berharap. Mungkin kamu masih lelah, ya sudah istirahat lah. Mungkin dengan berpikir tenang, Ayu akan bisa mendapat mendapat jawaban yang terbaik.”

Akuu….

Sudaah….

Memaafkan….

Ayu Astuti….

Dannn…..

Aku….

Belum….

Menceraikan….

Kamu….”

Aryo bicara dengan menekankan.

Ayu tercengang.. Mata nya melotot dan seketika langsung membanjir..

Mulut di tutup oleh ke dua tangan

Aryo tersenyum…

~~~©©©~~~

Lanjutannya….

Hari telah hampir menjelang waktu Maghrib.

Aryo dan Mila telah bersiap akan pulang.

Hari ini Aryo akan pulang ke rumah Mira dan berpisah dengan Mila.

Kedua nya berkumpul di ruang praktek Mila yang tertutup rapat.

“Mas.. Kamu akan pulang yah..? Tadi sempat bicara ama Ayu..?”

“Iya Mil.. Ayu belum bicara sama keluarga nya kondisi dan posisi nya saat ini. Dia takut pulang, sebab pasti di cecar habis oleh keluarga nya. Dan dia bilang dia udah gak sanggup lagi berbohong. Dia sudah lama berbohong pada keluarga, orang tua dan terutama pada ku. Dia minta izin sementara di sini. Dia.. Dia.. Minta maaf padaku.. Dan mohon agar dia jangan di suruh pulang. Dia katanya rela melakukan atau kerja apapun asal tetap disini. Yah.. Aku lihat kondisi dia juga masih 80%, dan secara mental juga belum siap. Karena sampai dia bicara mengenai aku, maka dia celaka dan aku pun akan muncul juga ke publik. Aku juga belum siap untuk itu. Yah, terserah pada mu juga sih Mil.. Aku gak punya wewenang mutusin boleh atau nggak nya…”

“Kalau kamu mas sudah memaafkan perbuatan Ayu..?”

Aryo mengangguk..

“Kalau aku ikut kamu mas.. Kamu saja sudah memaafkan, ya aku juga terima sih. Lebih baik jadi teman dari pada jadi saingan..”

“Saingan apa..?”

“Iiiihh… pura-pura nggak tau.. Saingan dapetin kamu lah.. Aku kan wanita mas.. Aku bisa lihat kok, Ayu masih ada rasa sama kamu. Ada penyesalan yang besar di wajahnya. Apalagi kamu masih baik sama dia, tentu dia makin berani berharap.”

“Dia berhak berharap, tapi aku yang putuskan. Dan memang aku lihat, dia juga korban, korban dari kebohongan yang dia lakukan sendiri. Semua karena si Yudhi, bajingan itu.”

“Ya.. Aku gak apa-apa sih kalo Ayu mau disini dulu, sampai dia bisa ambil keputusan berikutnya. Tapi.. Mas hanya milik aku.. Yah, aku belum lihat bukti Ayu serius mau balik sih. Andai benar, dia harus bersaing sama aku. Aku sudah memberikan hidupku dan tubuhku pada mu mas, tanda aku sangat serius dan.. dan.. Aku mencintai mu…”

Aryo menatap mata Mila.

Kesungguhan dan kebulatan tekad Mila sudah jelas, tak ada penawaran ternyata.

“Mila sayang… Tapi aku harus ingatin lagi.. Aku udah ada Mira.. Dia gak bisa aku pinggirkan.. Bagaimana pun, hatiku sudah aku titipkan lebih dulu pada nya. Walau, dia wanita sangat sederhana, aku gak lihat itu, aku tau nya dia punya hati luas. Maaf aku bukan memuji dia di depan mu, maaf.. Tapi kamu adalah wanita tangguh dan kuat. Dan aku pun sangat sayang padamu.. Aku saat ini memiliki kalian. Mira belum aku ceritakan tentang dirimu, tapi pasti malam ini juga aku akan bicara padanya. Apapun keputusannya, aku terima. Sebab, kamu dan Mira telah sama-sama aku miliki. Terlepas dari apa yang akan terjadi ke depan, resiko aku siap menghadapi nya.”

“Baiklah mas.. Bicara lah dengan Mira mengenai aku. Tapi janjilah padaku.. Kalau Mira tidak terima ada nya aku, kamu harus mau meninggalkan dia dan kembali padaku.”

“Ya.. Aku janji.. Tapi aku juga minta padamu.. Kalau Mira bisa terima, aku sih ingin kamu bisa bertemu dengan nya secara baik-baik.. Dan…”

“Jangan khawatir mas.. Aku akan bertamu ke rumah itu.. Dan aku akan mencoba berteman dengan dia. Bagaimana pun, aku dan dia mencintai satu lelaki yang sama. Dan aku sadar kok, aku masuk nya belakangan.. Aku paham mas..”

Mila memotong ucapan Aryo dan menjelaskan.

“Iya.. Terima kasih yah Mil.. Ternyata hati mu juga besar. Aku bangga bisa mendapatkan kamu..”

“Berusahalah untuk aku sayang ..?”

“Pasti.. Aku mau kalian tidak ada yang terluka..”

Selang setengah jam, Aryo telah berada di tengah jalan menuju ke rumah Mira. Mila pun telah pulang.

Tak lama terlihat sebuah rumah sederhana, khas perkampungan nelayan golongan bawah. Rumah semi permanen, dengan pagar kayu setinggi dada orang dewasa. Dan rumah telah hidup lampunya, karena hari sudah hampir gelap.

Suasana pun sudah sepi.

Aryo membuka pagar, dan melangkah masuk pekarangan yang selebar 5 m itu.

“Assalamualaikum…”

“Wa’alaikumsalam..”

terdengar jawaban merdu seorang wanita dari dalam..

Pintu terbuka, dan nampak sesosok wanita matang di balik pintu. Wanita dengan rambut bergelombang se pundak. Dengan perawakan tinggi 165cm an dan proporsional. Memakai kaos oblong agak ketat merah muda dan rok kain panjang. Kecantikan yang masih sangat terpancar, rambut nya di biarkan tergerai karena nampak agak basah.

Nyata si wanita baru saja selesai mandi plus keramas.

“Mas.. Mas sudah pulang.. Ayo.. Ayo.. Masuk..”

“Makasih ya Mir. Maaf aku kemarin gak pulang dan ini pulang juga ke sorean.”

“Sudah.. Yang penting kamu sudah pulang mas.. Ayo atuh masuk.. Banyak nyamuk di luar..”

Aryo melangkah masuk.

Mira menutup pintu segera.

Aryo duduk di kursi ruang keluarga dan membuka sepatu nya..

“Mas.. Aku siapin air hangat yah untuk mandi kamu. Pasti mas lelah sekali.. Mas nya mandi, Mira bikin makan malam. Mas pasti lapar…”

“Iya Mir.. Kamu bener banget. Aku emang sengaja gak makan, biar bisa makan malam sama kamu… Pe’i kemana?”

“Dia pergi ke rumah Mahdi, katanya malam ini gak melaut, perahu disewa ada turis pemancing dari Jakarta. Jadi mereka melayani itu orang Jakarta mancing. Ah ada-ada aja, kita aja kalau bisa gak mancing lagi dan kerja lain, ini malah suka nya mancing…”

“Ya beda Mir. Mereka mancing buat seneng-seneng bukan cari khusus buat makan atau di jual. Kalau sudah hobby, yah emang susah. Biar katanya jauh juga, tetap aja didatangin.”

“Gitu ya mas.. Banyak uang sih..”

“Mungkin juga.. Tapi refreshing juga penting biar jiwa segar kembali, gak terus jenuh dan monoton. Bikin kita kurang bergairah…”

“Wah.. Aku gak pernah liburan mas.. Duit dari mana?”

“Liburan atau refreshing gak perlu mahal. Sesuatu yang kita senangi dan kita lakukan, itu juga refreshing. Membuat pikiran kembali segar dan semangat kembali naik dalam menghadapi hari kehidupan..”

“Ohh.. Iya ya mas.. Ayo mas mandi dulu.. Buka bajunya taruh di ember. Ini Mira mau tuang air panas nya buat di campur air dingin dan jadi hangat. Mas mandi biar badan nya fresh lagi.”

“Mira udah mandi..?”

“Udah mas..”

“Mau mandi lagi ama aku..?”

“Ah.. Mas nya genit.. Nanti aja ah, ntar gak jadi mandi lagi, malah mandi keringet.. Hihihi..”

“Tapi seneng gak..?”

“Iya dong..”

“Mau..??”

“Mau bangeeeetttt…”

“Artinya.. Itu juga refreshing lho..”

“Eh.. Iya juga ya mas… Bener juga…”

“Jadi.. ??”

“Aahh.. Mas mandi trus maem dulu yah. Cerita dulu mas tuh dari mana?”

“Baik lah.. Ayo deh…”

Aryo masuk dan segera ber salin baju dan mandi. 15 menit berlalu, Aryo 0telah selesai dan di meja makan telah siap hidangan malam.

Aryo yang memang telah lapar, segera menuju meja makan dan di layani Mira segera menyantap makan malam sederhana itu dengan lahap.

20 menit berlalu, piring telah kosong, makanan telah masuk ke perut Aryo.

Mira membereskan meja makan, Aryo pindah ke kursi ruang tamu.

Tak lama Mira bergabung…

“Mir.. Aku mau bilang. Aku udah di terima kerja di puskesmas Labuan. Aku kemarin malam menghadap pak Bupati. Aku cerita tujuan aku dan juga aku bawa dokumen ke profesional an aku. Beliau bilang.. Dia serah kan keputusannya ke dokter Kamila. Dan.. Mila memang menghendaki aku gabung di puskesmas.”

“Oh. Selamat ya mas.. Mira seneng banget denger nya..”

“Terimakasih ya Mira.. Aku ingin kamu juga ikut merasakannya ke gembiraan ini. Tapi.. “

“Tapi apa mas..?”

“Tapi.. Aku mau cerita juga beberapa hal yang terjadi sebelum aku menghadap pak Bupati…”

“Gimana mas? Kejadian apa..?”

“Aku.. Aku kan memang menghadap pak Bupati ada dua hal yang aku mau sampaikan pada beliau. Pertama soal aku mau bekerja di puskesmas, dan yang ke dua, seperti yang aku omong sebelum aku berangkat dua hari lalu itu, aku ingin mencegah perjodohan Dokter Mila dengan teman dari pak Bupati.. Kamu masih ingat kan Mir?”

“Iya Mira ingat mas… Trus gimana? Bisa pak Bupati mau batalin?”

Aryo mengangguk..

“Iya Mir.. Perjodohan itu batal, di batalkan oleh pak Bupati sendiri.”

“Oh.. Hebat kamu mas..”

“Nggak langsung gitu juga. Aku omong ama pak Bupati, kalau aku tidak setuju perjodohan itu, pak Bupati awal nya marah, Mila di panggil, dan Mila pun maju dia.. Dia teryata.. Lebih berani dari aku dulu.. Dia berani menentang ayahnya, dan memang nasib baik masih berpihak pada Mila dan aku. 30 menit sebelum sampai di rumah pak Bupati, sekitar lewat waktu isya, aku dan Mila makan di sebuah rumah makan di kota Pandeglang. Saat kami makan, kami melihat.. Ada empat orang yang masuk. Dan dua orang kami kenal. Arman, tunangan Mila, dan.. Yudhi.. Kekasih nya Ayu, istri ku.. Dua lagi, satu wanita muda menggandeng Arman dan lelaki gondrong, anak buah Yudhi..”

“Oh… Yudhi.. Kenal sama tunangan nya bu dokter??”

“Iya Mir, mereka bicara serius. Dan, Mila panggil anak buah ayah nya nama nya Arifin. Orang kepercayaan pak Bupati. Mila minta Arifin memata-matai dari jauh. Yudhi seakan meminta sejumlah uang pada Arman. Mengenai suatu hal. Tapi aku yakin ini ada kaitannya dengan kejadian lima hari lalu di PLTU Banten 2 sana itu. Yang terlihat, kuat dugaan aku, Arman ada terlibat juga di balik layar, sebagai apa aku gak paham. Aku.. Sebenarnya sangat ingin menghajar Yudhi. Dan Mila pun ingin menangkap basah Arman, sebab saat itu, Arman menggandeng mesra dengan seorang wanita muda, cantik dan berpakaian seksi. Mila geram tapi juga lega, ada alasan kuat buat dia meyakinkan ayah nya.

Akhirnya Arifin di minta Mila merekam video dan membuntuti ke empat orang itu. Dan Arifin saat aku dan Mila akhir nya menghadap pak Bupati, dan Mila akhirnya membeberkan bukti-bukti kelakuan Arman yang ternyata bermain gila dengan wanita lain dan berkomplot dengan penjahat. Pak Bupati yang melihat video itu, dan sampai pada saat Arman dan wanita itu check in pada sebuah kamar hotel mewah di kota Pandeglang, pak Bupati murka. Dan.. Beliau memutuskan pertunangan Mila dan Arman selesai. Bubar.. Batal.. Dan.. Aku di minta pak Bupati ikut kerja di puskesmas, mengarahkan dan membimbing Mila”

“Ohh… Gitu ya mas.. Dan kamu menerima permintaan pak Bupati..?”

“Iya Mir.. Aku terima…”

“Kamu ada hubungan dengan Mila selain pekerjaan..?”

“Jujur.. Iya Mir.. Aku gak mau tutupin dan berbohong. Mila menyukai aku dan secara gamblang bilang ke ayah nya kalau ia suka pada ku. Sebelumnya dia juga sudah mengutarakan perasaan nya sebelum menghadap pak Bupati. Aku bilang, aku sudah ada dirimu. Tapi Mila meminta kesempatan buat nya, sedikit saja. Aku bilang, aku masih tahap menyukai nya, belum lebih. Sebab hatiku sudah aku titip kan pada seorang wanita, di perkampungan nelayan. Dan aku sudah terikat bathin pada nya..”

“Tapi mas.. Dokter Mila itu.. Ah.. Semua orang kampung sini tau gimana tabiat nya. Dia itu angkuh, sombong, dan ketus. Memang dia cantik, muda, pintar, tapi sifat nya buruk mas. Apa kamu sudah pikirkan mas? Aku.. Aku.. Sadar siapa aku ini.. Seorang janda miskin dan tidak menarik. Aku.. Ah.. Aku kadung cinta pada mu mas. Aku telah menyerahkan hidup ku pada mu. Aku terlalu percaya padamu… Aku gak tau, apa aku pantas buat mu setelah kamu sudah menerima Mila juga? Kamu dokter, Mila juga.. Kalian seimbang, apalah aku ini…?”

“Ssstt.. Kamu jangan bilang gitu. Justru aku tetap mengutamakan kamu Mir. Kamu yang paling penting buat aku. Aku cinta kamu Mira… Mila tidak.. Sekarang semua ada pada mu, Mila telah berubah. Dia jauh berbeda. Dan, jika kamu izinkan, dia ingin bertamu ke rumah ini dan bertemu dengan mu.. Sebagai sahabat dan saudara…”

“Apa mass?? Apa aku gak salah denger..? Dokter Mila mau main ke sini?? Ke tempat kumuh dan kotor ini..?Ah.. Kalau bukan kamu yang omong, sedikit pun aku gak percaya. Wong dia ada becek sedikit saja gak mau turun dari mobil mewah nya, apalagi jalan ke perkampungan nelayan yang bau amis dan basah becek gini..?”

“Iya.. Dia mau kesini kalau kamu izinkan, dan kamu mau berbagi dengan dia. Aku pun tak bisa melarang nya, tekad nya kuat, asal kamu izinkan dia akan datang dan berkenalan langsung dengan Mira…”

Mira terdiam..

Wajah nya berkerut seakan tak percaya..

Dan.. Ada kebimbangan di hati nya.

Wanita mana yang rela berbagi dengan wanita lain?

“Aku bingung.. Aku takut kehilangan mu mas.. Aku gak tau musti bilang apa, tapi.. Jangan tinggal kan aku.. Aku gak kuat mas..”

Mira terisak.. Matanya basah…

Aryo bangkit, duduk di sebelah Mira..

“Mira.. Percaya padaku. Aku gak akan meninggalkan kamu. Aku akan memilihmu di banding Mila bahkan Ayu. Aku hidup juga di bantu kamu dengan segenap cinta mu. Aku sadar Mira. Tapi, aku telah memberi Mila kesempatan, karena akupun membutuh kan dia terutama agar aku bisa mendapatkan pekerjaan di puskesmas. Itu tujuan awal ku. Tapi setelah melalui beberapa kejadian, Mila ternyata berubah drastis, menuju hal yang jauh lebih baik. Semua nya… Dan, muncul rasa suka dan sayang di hati ku karena kesungguhan dan kuatnya tekad Mila membuktikan kalau dia bisa juga aku sayangi. Dan.. Sejauh ini dia berhasil. Dan.. Dan.. Aku pun telah terikat padanya, sama seperti pada mu Mir..”

“Jadi.. Mas nya pun telah melakukan nya dengan Mila..?”

“Iya Mir.. Tadi malam.. Dia memberikan yang tersuci nya pada ku… Dan aku pun telah mengambil nya..”

“Oohh.. Aku gak bisa memberikan itu pada mu mas.. Aku sudah tak memiliki nya..”

“Tapi.. Mira yang memiliki ke sucian ku. Mira mendapat yang pertama dari ku.. Dan aku memberikan nya pada wanita yang dimana hati dan jiwa ku telah memilih mu.. Jadi.. Aku mohon pada Mira.. Maaf kan aku.. Ini lah aku Mir.. Kalau Mira bisa menerima aku, aku akan menikahi kamu, secepat nya. Tapi, kalau Mira tak bisa menerima kondisi aku, aku siap pergi dari hidup Mira, membawa cinta dan kasih ku yang pertama pada mu.. Aku sebagai lelaki, harus berani bertanggung jawab. Aku siap tak siap harus siap..”

“Mas.. Buat aku saat ini.. Tak ada banyak pilihan. Aku sudah cinta kamu, dan aku telah menaruh harapan ku pada mu. Juga.. Juga.. Masa depan hidup ku telah aku sematkan pada mu. Aku lelah hidup seperti. Aku telah bermimpi menjalani hidup yang lebih baik bersama mu. Asal kamu tetap milik ku, aku akan berusaha menerima kenyataan ini. Kamu pun harus bertanggung jawab pada Mila.. Aku gak mau kamu lepas tanggung jawab. Artinya, jika kamu lari dari Mila, maka kamu pun pasti lari dari aku..”

“Iya sayang.. Aku akan mengurus kalian. Aku wajib memelihara kalian berdua. Aku tak akan lepas tanggung jawab..”

“Mas.. Kalau itu yang terjadi, izinkan aku…”

Mira menarik Aryo bangkit berdiri dan menarik nya menuju kamar utama..

Tanpa babibu, Mira masuk kamar, Aryo pun masuk. Pintu segera ditutup dan di kunci.

“Mas.. Malam ini izinkan aku menyenangkan kamu. Tadi malam Mila memberikannya nya, biar malam ini aku yang memberikan nya padamu.. “

Aryo tersenyum.. Dia tanpa bicara segera melumat bibir Mira. Wanita yang di cintai nya. Walau pertemuan mereka belum terhitung lama, tapi perasaan Aryo telah merasa menyatu dengan Mira.

Tak berlama-lama, ke duanya telah sama meloloskan pakaian masing-masing.

Dengan tubuh polos tanpa sehelai benang pun, cumbuan ke duanya makin tambah sebat dan penuh gairah.

Aryo tidur terlentang di kasur, Mila merayap naik ke atas tubuh telanjang Aryo.

Dengan lembut, Mira mengecup Aryo. Tapi hanya sesaat. Lalu pelan Mira menjilat lembut kiri telinga Aryo. Aryo menggeliat kegelian. Aryo memegang susu kanan besar Mira, tapi segera di tepis oleh Mira dan di cubit pelan.

Mira pindah ke telinga kanan, Aryo bergidik. Tapi karena sudah di perintah Mira agar diam, Aryo menahan gairah nya.

Satu menit kemudian, Mira mengecup dada bidang Aryo dan menjilat lembut puting kiri dada Aryo. Aryo teriak lirih.. Dia benar-benar dilanda gairah tapi tertahan. Kecupan Mira pindah ke puting kanan, mejilat dan mengecup di sana.

Aryo tak tahan, tangan nya bergerak ke belakang kepala Mira. Tapi Mira menggeleng dan menepis tangan Aryo. Aryo menarik tangan nya. Dia patuh pada wanita yang dia cintai ini, walau gairah nya pun telah membuncah..

Tak lama kemudian, Mira mengecup seluruh dada Aryo dan merambat turun ke perut. Jilatan kecil mengorek pusar Aryo..

Aryo menggeliat geli..

Desahan tak tertahan..

Oohh… Eegghhh…

Batang Aryo mengeras sempurna, mengacung dengan gagah nya. Mira sengaja menggesek batang itu dengan kelembutan daging susu besar nya. Membuat susu itu menekan dan tertusuk batang keras itu.

Mira tetap bergerak..

Tangan nya mengelus lembut dada Aryo, dua tangan nya bergerak naik turun dengan lembut.

Geli dan nikmat berkejaran dirasa kan Aryo. Lalu dengan pintar, Mira membuat posisi batang Aryo berada tepat di tengah ke dua bukit indah nya. Dilakukan tanpa menggunakan tangan, hanya gerakan tubuh dan liukan indah nya.

Terlihat saat ini, batang itu telah di jepit dua gundukan putih nan mulus tanpa cela. Mira bergerak naik turun sehingga batang itu timbul tenggelam dalam jepitan ke kenyalan bukit kenyal hangat itu.

Aaaaahhh…. Saaayyyaanng… Aaoohh…

Lalu dengan lembut, Mira turun ke selangkangan Aryo. Dan batang itu saat ini telah berada persis di muka Mira.

Mira tetap tidak menggunakan tangan nya. Tangan nya sibuk merapikan rambut nya dan menggulung nya ke belakang kepala.

Pemandangan yang sangat menggairahkan di penglihatan Aryo.

Aryo mengerang, karena dia menahan sekuatnya gairah nya itu.

Hosshh… Hosshh.. Hosshh…

Aryo tersengal, dia merasa tersiksa dalam gairah nya..

Lalu Mira memajukan kepala nya ke arah penis gagah itu…

Mira menjilat lembut kepala penis itu. Lembut.. Sangat lembut…

Tapi dampak nya…

Aryo teriak, dan mengangkat pinggul nya..

Aaiissh… Aaiiisshh… Oougghh…

“Saayaang… Ayoo laaah… Aakuu gaak taahaann… Eennaakkkhhh…”

Aryo menyeracau…

Mira lalu mememutar lidah nya menjilat i seluruh wilayah kepala penis yang berbentuk helm itu.

Penis berkedut..

Darah mengalir menyelimuti badan penis. Warna nya jadi memerah.

“Sayaang… Jangannn siksa akkuu… Hisaap..

Ayoohh.. Jangan beginiii.. Aku gaaak tahaann….”

Mira tetap menjilat kepala dan lubang penis keras itu….

Tangan kanan Mira mengusap lembut dada Aryo. Dan memelintir halus puting susu nya.

Mira tak lama kemudian memasukkan kepala batang itu ke dalam mulutnya. Mengemut dan menyedot lembut. Tangan nya memainkan biji testis Aryo. Aryo menggelinjang.

Makin lama, Mira makin gencar mengoral penis Aryo. Aryo melenguh dan terpejam menahan nikmat.

Penis itu makin keras, hangat dan berdenyut.

Penis gagah dan memang berukuran sedikit diatas standar orang Indo. Dan, Mira yang telah pernah merasakan nikmat sosokan nya, paham dengan keadaan penis gagah sang pejantannya.

Aryo menggeliat, tangan Aryo meremas rambut Mira..

Aaakkhh… Iiisshh… Aah.. Ahh.. Aakku.. Maauu… Kell…

Tiba-tiba Mira mencabut penis itu dari mulut nya..

Tangan Mira meremas keras batang keras itu.. Kerasss.. Dan menutup dan menahan keluar nya sperma..

Aryo yang sudah di puncak, dia teriak tertahaann…

Tapi…

Sperma nya tertahan akibat di remas keras oleh Mira batang penis nya..

Aryo orgasme… Tapi tanpa sperma keluaar..

Aaiihhhh… Aaaffhh… Aamppuunn….

Badan menegang, dia mencoba menarik Mira, tapi Mira bertahan…

Setengah menit rasa tegang itu, lalu Mira melepas tangan nya, setelah denyut penis itu melemah, dan dengan lembut mengurut bawah batang itu, yang terdapat letak saluran sperma itu.

Mira mengurut dan meremas bawah batang itu sampai pada kantung testis nya..

Aryo yang merasa kan nya, seakan terkejut, gairah nya yang tadi membuncah dan tertahan itu, saat ini tetap sama.

Kenikmatan yang sangat dia memang dapat kan, tapi kondisi gairah nya tetap sama, sama panas dan tegang nya.

Akibat dari Mira, manahan ledakan itu dan mengurut lembut otot penis itu, sehingga darah yang tadi nya berkumpul, di urai dan di lemahkan sehingga, darah itu tetap dapat mengalir lancar dan mengalir deras mengisi urat dan batang penis gagah Aryo. Sedikit pun ketegangan dan kekerasan nya tak berkurang setelah puncak nya berlalu.

Ini salah satu hal yang memang membedakan, bahwa Mira telah berpengalaman dengan cara nya memuaskan pasangan.

Melihat hal itu.. Aryo melihat mata Mira dan menatap sendu..

“Sayang… Apa yang kamu lakukan…? Aku udah sampai.. Tapi… Ini.. Masih siap… Aku sungguh nikmat sayang.. Nikmat banget, melebihi orgasme biasa.. Kamu.. Hebat sayang…”

“Nikmat sayang..? Aku belum dapat nih…”

“Iya.. Aahh.. Ayo aku yang kasih sekarang…”

“Nggak, mas diam aja. Biar Mira terusin.. Pokok nya malam ini buat aku.. Aku akan memberikan kenikmatan tertinggi buat kamu biar kamu gak ninggalin aku..”

“Eh.. Kok gitu.. Aku gak akan ninggalin kamu sayang…”

“Makasih mas.. Tapi aku tetap akan membuat kamu puasss malam ini. Karena besok kamu udah ama Mila. Mila pasti kasih kamu kan..? Mas harus tanggung jawab, berani main dua, ya harus kuat dong…”

“Kamu iri sayang…??”

“Kok nanya sih mas.. Iya dong, tapi aku sadar aku harus terima dan biar mas gak ninggalin aku, aku akan melayani kamu sepenuh nya. Biar lah aku jadi pelacur bagi mu, pelacur buat suami sendiri gak masalah. Toh, yang puas juga suami aku kan…??”

“Sayangg… Kamu sampai segitu nya.. Tapi.. Aku terima sikap mu ini. Aku puass sayang. Tapi jangan hanya aku dong, kamu pun harus puas.. Aku wajib melakukan nya…”

“Heeemmm… Iya.. Ayo puasi aku.. Buahi aku sayang… Aku siap jadi ibu anak mu.. Siap lahir bathin…”

Aryo dengan sigap menaiki tubuh Mira yang terlentang dan dua kaki dibuka di tekuk kiri kanan. Nampak lubang gua hangat nya memerah dan berkilap.

Aryo mengarahkan kejantanan nya ke lubang vagina Mira. Sejenak mengoles dan menggesek kelentit Mira. Mira melenguh…

Aiiissshhh… Aahhh….

Lalu Mira angkat badannya, tangan kanan nya menangkap penis keras itu dan menusukkan ke lubang vagina nya.. Dan.. Pinggul nya di angkat, dan.. Sang tonggak di paksa masuk…

Uuuggghhh… Aassshhh… Maass.. ssuukk..

Lalu Mira mengunci kaki nya di punggung Aryo… Batang itu masuk penuh ke dalam lubang peranakan Mira…

“Gagahi Mira mass… Ayoo.. Genjot yang kerass… Mira tau, mass mau nya main dengan kerass.. Ayoo mass.. Aku mau di hajar mass.. Terobos yang kuaatt… Keluarin semua pejuh nya.. Pokok nya teh, malam ini mas harus siram Mira sampe subuh…”

“Iya sayang.. Aku akan membuat kamu lemas.. Sampai tak bisa bangun…”

“Iyyaahh.. Aku mau.. Mira mau mass… Ayoh.. Mulaii.. Aahhhh…”

Aryo segera mengerakkan otot pinggul nya. Dan langsung dengan ritme yang cepat..

Plokk.. Plokk.. Plokk.. Plokk.. Plokk..

Clopp.. Clopp.. Clopp.. Clopp.. Clopp..

Iihhh.. Aiisshh… Eeiihhh.. Hosshh.. Oouggh…

Mira menyambut tusukan Aryo dengan sama ganas nya. Setiap Aryo menusuk, Mira mengangkat pantat nya menerima sodokan itu..

Kandas dirasakan Mira, Penis keras itu menusuk telak pintu peranakan nya. Seakan ingin di paksa masuk menembus rahim lembut Mira.

Kepala Mira terlepar ke belakang, dada membusung indah. Gunung indah itu menantang seakan tersaji indah untuk di sergap Aryo. Tak menyianyiakan sajian itu, Aryo menerkam dada besar Mira dan menyedot dengan keras puting susu keras dan tagak, sebesar ujung kelingking.

Sllpp… Srrppphh.. Slurrpphh.. Slorrp…

Seakan bayi kehausan, Aryo menyedot dalam-dalam menguras habis isi nya.

Iya..

Mira merasakan kedutan kenikmatan yang berkepanjangan di dalam gunung payudara nya. Naluri kewanitaannya membuncah, bathin nya bergejolak, emosinya memuncak.

Keringat bercucuran.. Basah dan membasahi tubuh ke dua nya.

Dada Mira nampak berkilat, pentilnya memerah akibat di perah sepenuh nafsu oleh mulut Aryo.

Kiri kanan bergantian..

Sementara kelamin ke dua nya tetap berayun dan saling mengoyang memuaskan satu sama lain..

Mira mengerang menangis nikmat

Aryo mendengus dan menggeram lepas..

Tangan Aryo pindah ke dari dada ke wajah Mira. Jari nya mengelus bibir Mira. Mita segera mencaplok jari tunjuk itu dan menyedot nya penuh nafsu.

Kenikmatan semakin membuncah,terus naik menuju puncak orgasme yang sangat dashyat..

Aryo menghentikan sodokannya. Dan minta Mira berganti diatas.

Mira dengan cepat bangun, Aryo langsung terlentang. Dengan sigap Mira menaiki Aryo dan tanpa jeda, memangkap penis itu dan mengarahkan ke lubang panas nya..

Oouugghh… Iihh… Geedee… Aahhh…

“Ohh.. Sayang.. Ini lubang mu, sempit juga hangaat…”

“Memek ini hanya untuk mu mass.. Dan.. Dia selalu kangenn sama kontol mu.. Aahh.. Enaakkhh.. Menttookkh…”

Mira bicara vulgar, dalam puncak nafsu nya, dia ingin apa ada nya. Dan dia ingin menjadi nakal di depan orang yang dia cintai. Iya.. Hanya untuk Aryo seorang…

“Kamu binal ya sayang… Tapi aku suka.. Dan.. Kamu hanya boleh binal buat aku…”

“Iya pasti cintaku, pejantan ku… Aku akan menjadi pelacur untuk mu…”

“Mira… Aku sangat terangsang.. Ohh.. Memekmu bikin aku gila.. Tetek mu bikin aku kesurupan.. Aahsshh… Aku akan hisap semua kenikmatan mu sayang… Ayo.. Kocok yang keras.. Kontol ku berdenyut kegirangan..”

“Iiyaahh… Aku rasain.. Kedut kedut.. Mentok dan kedut kedut… Ooohh… Enaaakk… Ennaaakk… Teruss.. Oohh.. Iihh…iihhh…”

Sleepphh… Sleephh.. Slepph….

Slokhh.. Slokkhh… Slokkhh…

Mira memasukkan sepenuhnya penis Aryo dan mulai memutar-mutar pinggul nya.

Penis Aryo di putar-putar di dalam sana. Dan saat bersamaan, batang itu mengaduk-aduk semua isi dalam lubang peranakan Mira dan menggesek apapun yang ada di dalam nya..

Mira menangis, badan nya menggigil, tapi pinggul tetap memutar dan di kombinasi maju mundur.

Cairan membanjir dari lubang Mira dan mengalir membanjiri batang Aryo. Sehingga berkilat dan membusa di pangkal batang nya..

Makin lama, goyangan Mira berubah. Lalu dia mengeluar masukkan batang itu. Dia menaik turunkan pinggul nya. Mengocok dengan kerass..

Aahh.. aahh.. Aaahh.. Aaahh.. Aaoohh…

Aasshh.. Aaggh.. Aasshh.. Oouugghh…

Plokk… Plokk.. Plokk.. Plokk.. Plokk.. Plokk..

Plokk.. Plokk.. Plokk.. Plokk.. Plokk..

Lalu Mira membungkuk.. Tangan nya menopang kiri kanan kepala Aryo. Aryo mengambil alih.. Aryo.. Menyodok dari bawah.. Mengocok cepaat.. Laksana piston mesin, keluar masuk menghajar lubang memek Mira..

Mira teriak seperti menangiss.. Menangis dalam gelombang kenikmatan..

Aryo melihat, dua gunung putih mulus itu tersaji persis di depan mulut nya..

Tanpa ampun…Aryo meremas keras dua tetek Mira, mereras keras.. Dan.. Mencaplok pentil keras Mira yang kanan. Menyedot dengan kuat, memaksa menguarkan isi nya..

Srrt.. Srriit.. Srrtt.. Srrt..

Aryo merasa ada yang keluar dari pentil itu. Sejenak dia berhenti dan mengganti dengan tangan.. Meremas dada kanan Mira.. Dan dia tersenyum.. Muka nya memerah..

“Sayaanngg.. Susumu keluar…”

“Iyaa.. Aku juga rasain.. Kamu paksa sih jadi dia ada tuh…”

“Gilllaaa.. Aku maauu… “

“Iyaaa.. Buat kamu.. Semua nya… Ayyohh…”

Mira memajukan tetek nya, Aryo seperti mendapatkan hadiah.. Dengan secepatnya kembali mencaplok sebanyak mungkin gunung itu masuk mulut nya. Wau akhir nya hanya puting keras itu yang dia sedot sekuat nya…

Aryo tambah menggila..

Pantatnya menusuk masih cepat, makin cepat..

Tangan nya memegang pinggul Mira dan dia tusuk sekuat nya.

Sedang mulut nya, menyedot, menghisap dengan penuh gairah dan nafsu.

Puas dengan yang kanan, mulut nya pindah ke tetek yang kiri. Dan sedotan nya penuh nafsu yang makin menggila.

Susu Mira makin lancar keluar.

Aryo makin kuat dan bernafsu..

Puncak gairah masih dikayuh tanpa lelah..

Dan.. Aryo menepuk pantat Mira..

Mira menggeliat…

Aryo makin kesurupan melihat Mira yang nakal.

Aryo menggeram…

Mira mengerang…

Dan…

Mira menarik kepala Aryo.. Menempelkan di tetek nya, memeluk dengan dua tangan nya.. Seakan tak mau di lepas.

Aryo sedikit gelagapan, tapi di tahu, Mira sedang di landa kenikmatan nya.

Aryo menyedot sekuat nya.. Dan menggigit puting itu dengan bibir nya…

Mira menekan sedalam nya…

Aryo menarik pantat Mira ke bawah…

Daannn

AAAOOOHHHH….. AAAHHHH….

IIIHHH…. AAAIIIHHHH…. AAAAHHHH…

OOHHH….

EERRGGHH….

Croott.. Crrroottt… Croott… Croott.. Croottt..

Srrrtt… Srrtt

Srrttt… Srrtt.. Srrttt… Srrtt… Srrtt…

Dua puncak orgasme yang bersamaan melanda ke dua orang. Gelombang tsunami kenikmatan mengantam ke sejoli ini..

Jeritan kenikmatan Mira..

Geram kenikmatan Aryo..

Getar dan aliran darah memacu ke seluruh tubuh.

Bersatu… Saling menyahut.. Saling berlomba menghantam jiwa raga, Aryo dan Mira..

Mira mengecup Aryo dengan lembut..

Aryo mengelus kepala Mira.

Dua hati menyatu…

Dua rasa sama menikmati gelombang ke puasan itu..

Cinta, Sayang, menyatu, satu dan kuat. Satu sama lain, melemas, dan penuh senyum kepuasan segenap jiwa dan raga..

Ke dua nya menyatu, dan saling memberikan cinta dan sayang..

Lambat laun, ke dua nya, terlelap.. Dalam senyum, dalam cinta.. Satu cinta, satu jiwa dan satu tubuh…

Satu jam kemudian, ke dua nya terbangun.

Penis masih menancap erat dalam lubang Mira.

Dashyat memang…

Mira membuat kejantanan Aryo tetap gagah menantang, walau rasa kebal menyelimuti seluruh batang itu.

Kembali Aryo menaik turun kan pinggul nya..

Aahhh… Oohhh… Maasss… Aahh… Enaakk laggiihh.. Terruuss.. Teruss… Oohhh.. Oohh…

Aryo tidak memperdulikan cairan mereka yang telah banjir membasahi alas tidur mereka…

Saayaangg… Akku.. Massiihh.. Mmauu…

Kammuu.. Apaakkann.. Aahh.. Akuu masiih keraas…

Plokk.. Plokk.. Plokk.. Plookk.. Plokk.. Plokk..

Mira terlonjak diatas tubuh Aryo…

Aryo lagi tak membiarkan gunung indah di hadapan nya itu menjadi menganggur. Dengan sigap, dia terkam dan sedot dengan penuh gairah..

Aaahh… Iihh.. Ser ser an maaass… Iisshh..

Puas melahap dan memeras dua gunung besar, Aryo diam..

“Sayang.. Aku mau dari belakang…”

“Ahh.. Si mas… Gaya guk guk kawin yah..?”

“Iya.. Mau lihat kamu kalau jadi guk guk betina nya…”

“Ahh.. Iyahh…”

Mira menaikkan pinggul nya..

Plop…

Suara batang jantan itu terlepas dari lubang sarang nya .

Aahhh…

Mira mengerang menahan nikmat..

Lalu, Mira turun dari kasur..

Aryo pun bangkit dan bergerak ke belakang Mira.

Mira di geser didepan kaca almari, dan kemudian dia mengerti, lalu membungkukkan badannya, membuka kakinya sedikit..

Aryo tanpa menunggu lama, segera mengarahkan batang keras nya ke arah pinggul Mira, dan menuju lubang vagina nya yang telah siap menerima masuk nya sang pejantan…

Sleep…

Aahh… Eenaakkkhh..

Aryo menancapkan seluruh batang penis nya, tanpa sisa.

Diam sejenak..

Lalu Aryo membungkuk, dan tangan nya memeras dua gunung Mira. Menekan dan memutar…

Gunung itu memerah, memar dalam kenikmatan..

Lalu, nampak keluar beberapa tetes cairan putih dari kepala mungil puncak gunung indah itu..

Mira mendongak..

Sakit dia rasakan di dada nya, tapi kenikmatan itu membuat dia menjadi gila..

Aryo tak menunggu lama..

Kembali dia mengocok kan batang keras nya keluar masuk lubang Mira…

Crokk.. Crokk.. Clokk.. Clokk.. Clokk.. Clokk..

Di cermin almari itu, tampak bayangan dari sepasang manusia yang sedang di serbu kenikmatan, saling menyerang.

Mira menyambut sodokan Aryo dengan bergerak berlawanan arah.

Aryo menusuk, Mira mundur..

Aryo tarik, Mira maju..

Tapi tetap di jaga agar tidak lepas…

Gambar bayangan itu, membuat ke dua nya makin terangsang. Gairah mereka terpompa makin dashyat..

Melihat bayangan sendiri yang licin berkeringat, wajah menyeringai dalam nikmat, dan tubuh yang berayun penuh nafsu, makin membuat Aryo dan Mira menggila..

Oohhh… Aargghh.. Eesshh… Hhiihhhh…

Plok.. Plokk.. Plokk.. Plokk.. Plokk…

Aryo menarik ke dua tangan Mira ke belakang, sehingga tubuh Mira terangkat batas dada ke atas…

Eeehhh… Aaaiihh… Eeiihh… Aagghh…

Aryo makin cepat, makin keras, makin dalam menusuk-nusuk pinggul Mira..

Mira yang rambut nya pun telah basah, bergetar hebat.. Tanda dia akan tiba di puncak nya..

Aryo pun sama…

Sperma nya telah berkumpul di ujung batang nya..

Batang nya mengeras.. Keras.. Hangat.. Dan sangat sensitif..

Eeeiihhh.. Aaiihh… Aaahh… Aaahhh…

Aakkhh… Errgghh… Oouugghh… Aasshh…

Akuu mau keluaarrrr…

Akku jugaa sayaanggg…

Kita sama yaaahh…

“Iya maass… Tekaann.. Tembaakkaann maass.. Semmuaa nyyaaahh… Kasiihh aakkuu…”

“Iyaa saayaangg.. Buaatt kamuu… Buaatt kamuu… Biaar dede nyaa adaaa…”

Aaarrhhhh….

Ooossshhhh….

Cruutt… Cruutt.. Cruutt.. Cruutt… Cruuttt…

Srrtt.. Srrtt… Srrtt… Srttt…

Dua kelamin saling menyemburkan cairan nya..

Membanjiri seluruh ruang dalam liang hangat Mira…

Aryo lambat laun melemah.. Dan akhir nya terdiam…

Lalu Aryo menarik batangnya…

Plopp…

Aahhh…

Oohhh…

Kedua nya mengerang, merasakan kenikmatan yang luar biasa…

Cairan putih keluar dari lubang vagina Mira..

Menetes ke lantai..

Mira terjatuh dan berlutut…

Jelas, tenaga nya habiss..

Aryo pun sama, dia langsung duduk di tempat tidur..

Aryo menarik Mira naik ke tempat tidur, dan memeluk nya dari belakang..

Ke dua nya terkapar puas..

Aryo memeluk Mira dari belakang di perut nya..

Tapi Mira mengambil tangan Aryo dan menaruh nya diatas susu di dada nya..

Iya, Mira merasa terpuaskan batin nya oleh orang yang sangat di cintai nya. Dan memeluk tangan kekasih nya masuk di dalam dada nya, tanda ia menjadi milik kekasih nya, dan kekasih nya adalah milik nya.

Ke dua nya sangat lelah…

Sangat puas…

Sangat bahagia…

Mata terpejam…

Kesadaran lambat laun menghilang….

Sang mentari pagi mrmencarkan sinar cerah nya dengan sangat hangat penuh semangat nya.

Pagi yang indah…

Sangat indah…

Seindah suasana hati dan jiwa dari sepasang manusia yang sedang di landa kasmaran ini.

Setelah melewati malam yang sangat manis, penuh madu dan gairah, pagi ini ke duanya sangat cerah dan penuh semangat.

Tampak kemesraan melingkupi ke dua insan ini.

Sang wanita melayani sang lelaki, mulai dari mandi, sarapan sampai mempersiapkan kelengkapan dalam memasuki aktivitas pekerjaan nya sebagai dokter di puskesmas.

Pukul 7.30 pagi, Aryo di lepas Mira meninggalkan rumah, berjalan menuju puskesmas.

Hanya perlu waktu 20 menit berjalan kaki untuk tiba di puskesmas..

Aryo tidak menemukan orang di sana.

Mungkin kang Asep sedang di air. Imah jam 8 biasanya tiba.

Aryo masuk ruangan nya.

Hal pertama yang selalu dia kerjalan adalah men cek hasil report pasien rawat.

Lalu dia pun bangkit dari bangku nya, menuju lemari arsip.

Setelah mendapat data.. Aryo bermaksud mengadakan visit pasien..

Saat itu Asep muncul..

“Selamat pagi dokter… Maaf saya baru dari air tadi, sekalian bebersih…”

“Pagi juga kang.. Ada kabar apa se malam ini..?”

“Semua baik pak. Ibu yang dehidrasi itu sudah jauh lebih baik. Dan istirahat nya juga sangat bagus dok. Anak nya tadi jam 6 izin pulang dulu katanya, nanti datang lagi..”

“Sudah sarapan para pasien kang..?”

“Sudah pak… Sudah beres, makanya berani saya tinggal ke air sebentar…”

“Baik… Terima kasih ya pak..”

“Eh.. Kok.. Gak usah pak, itu kan kewajiban dan tugas saya pak dokter…”

“Memang betul pak. Tapi kalau kita sudah menyelesaikan tugas kita dengan baik, itu mempermudah pekerjaan lainnya. Dan wajar lah di apresiasi dengan ucapan terima kasih. Padahal hanya ada tiga kata simple yang sangat berarti di dalam membangun hubungan dengan orang lain, terima kasih, maaf, dan tolong. Itu sangat simple dan sederhana tapi sangat berarti bagi kita dalam membangun relasi.. Kalau kita pada posisi diatas, tapi kita sangat sulit menggunakan tiga kata ini, saya kok berkesimpulan, orang itu akan atau adalah orang angkuh dan sombong. Akan terjadi jarak yang besar. Dan buat saya, itu tidak sehat..”

“Wah.. Saya baru denger ini. Dan saya pikir, bener juga ya dok. Dan… Ahh.. Saya salut ama dokter. Pintar, ramah, baik dan menghargai orang lain, apalagi sekelas saya yang hanya menjadi…”

“Ssttt… Jangan di terusin… Gak penting buat saya status bapak. Saya pun sama, bukan siapa-siapa. Apalagi saat ini. Intinya, saya senang kang Asep sudah menjalankan tugad dengan baik. Dengan demikian, saya pun tidak ada alasan untuk tidak bertugas dengan sebaik nya. Saya gak mau lah ketinggalan ama kang Asep ini…”

“Ah.. Pak dokter bisa aja. Pagi-pagi aku udah di kasih kata-kata motivasi. Saya janji dok, saya akan bertugas lebih baik lagi…”

“Wah.. Kalau gitu saya juga harus sama baik nya sama kang Asep nih… Moal ketinggalan ah.. Hahaha…”

“Hahahaha… Bisa aja dok…”

Bersambung

END – Petualanganku Seorang Diri Part 17 | Petualanganku Seorang Diri Part 17 – END

(Petualanganku Seorang Diri Part 16)Sebelumnya | Selanjutnya(Petualanganku Seorang Diri Part 18)