Agen Bola Terminal Bandar Bola Terpercaya
LAPAKDEWA LAPAKPOKER

Merusak Gadis Lugu Jadi Liar Part 6

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15Part 16
Part 17Part 18Part 19Part 20END

Merusak Gadis Lugu Jadi Liar Part 6

Start Merusak Gadis Lugu Jadi Liar Part 6 | Merusak Gadis Lugu Jadi Liar Part 6  Start

Mainan baru ..

Sejak check in setelah bertemu pasangan Kevin dan Santi, beberapa kali lagi bersama, mungkin sudah seperti kegiatan rutin minimal 1 minggu sekali, kadang diawali dengan lanjut, kadang pulang kerja langsung ke hotel. Kadang aku yang meminta, kadang Rosita yang mengajak duluan.. tergantung mood masing ..

Kadang check in hanya untuk istirahat setelah bekerja mengurus acara besar di tempat kerja, hanya sayang-sayangan, saling bermanja-manja (cuddling) dan bertempur hanya sebagai pelengkap.
Aku dan Rosita tidak pernah lagi berimajinasi liar tentang Santi..

Wanita yang umumnya lebih mendasari tindakan dengan emosi, kadang kondisi emosional sesaat / mood nya sulit diterka. Rosita pun demikian, kadang aku mengajak tapi kondisi badan ku sedang lelah, ternyata ia mood nya sedang tinggi, ketika bersama ia tidak pernah berhenti dan minta nambah lagi dan lagi, membuat ku kewalahan, biasanya ini terjadi menjelang ia datang bulan.

Kadang sebaliknya, aku sedang sangat bergairah, tapi ia sedang lelah, melayani hanya ala kadarnya saja..
Mungkin wajar dalam hubungan dua insan berlainan jenis ..

Suatu ketika timbul pikiran iseng, ku beli sebuah dildo silikon, yang dapat berputar dan ada bagian yg dapat bergetar untuk menstimulir klitoris, bertenaga baterai. Besarnya tidak lebih dari penis ku. Aku membelinya, namun jangan salah, aku membeli mainan tersebut bukan tanpa tujuan…

Suatu ketika aku ajak Rosita check in, tanpa sebelumnya lanjut dari diskotik, aku ingin memperkenalkan mainan baru untuk nya..

“Yang.. sini deeh” panggil ku sambil aku mengambil sesuatu dari tas gym ku..
“Apa sih pak.. baru juga sampai…. Engga sabaran ih” katanya manja sambil berjalan ke arahku yang duduk di sofa.. Rosita mengenakan baby doll satin yang aku belikan, celana dalam ketat renda model celana pendek..semua berwarna hitam, aku senang warna kontras dengan kulitnya..

“Aku punya mainan (dildo) buat kamu” ata ku sambil memperlihatkan dildo itu kepadanya…
“Ih .. apa sih bapak … ada-ada aja… Ocha engga mau aah.. nanti luka” sambil memperlihatkan wajah bingung, namun tetap memegang dan memainkan..
“Besar banget pak.. “ kata Ocha
“Engga lebih besar dari punya ku khan ?!” sambil ku remas dadanya…
“Engga sih… enak engga sih ?!” tanyanya dengan penuh rasa ingin tahu..
“Ya mana aku tahu..kamu coba aja yang..” kata ku .. Rosa mendekati dan mencium bibir ku ..

Aku meremas dadanya yang sudah tidak tertutup bra, ia mulai mendesah-desah… aku turunkan badan ku ke lantai, Rosita tetap duduk di sofa dengan mengangkangkan kakinya .. tali baby doll nya aku turunkan, sehingga payudaranya yang mengkal langsung terbukada ku jilat dengan lembut, aku turunkan lagi ciuman ke vaginanya yang masih tertutup celana dalam, wangi harum Kenzo dan body lotion, bercampur dengan bau alami dari vaginanya.. tangan ku mengelus pahanya, menyingkapkan sisi celana dalamnya dan mulai menjilati vaginanya yang sekarang selalu gundul tercukur bersih…
Rosita bangkit, menarik lepas kaos ku dan melepas celana dalamnya …
“Jilatin pak .. Ocha lagi kepingin” katanya mendesah ..

Ku angkat kedua kakinya, lututnya hampir menekan dada nya, terbuka lebar vaginanya yang Nampak kemerahan, klitorisnya mulai timbul, aku permainkan dengan ujung lidah ku, ia menggelinjang dan mendesah.. vaginanya ku jilati dengan kasar.. lidah ku menyusup dalam ke liangnya..
Ku susupkan satu jari ke dalam, mengkorek-korek mencari titik birahinya, aku sudah hapal betul dimana letaknya, tapi kadang aku masih berusaha mencari titik yang lain… Lalu ku tambah jari ku, dua jari didalam vaginanya, keluar masuk dan mengkorek isi didalamnya, Rosita hanya mendesah panjang.
Aku bangkit mencium bibirnya, ia dengan bernafsu, menyedot bibir dan lidah ku, kedua tangannya memegang erat pipiku… Aku menghentikan ciumannya, ku pasang kondom ke dildo yang baru aku beli, Rosita memperhatikan dengan seksama…

Kembali aku turunkan badan ku menghisap klitorisnya dan menusukan 2 jari ke vaginanya mengocok keluar masuk… Rosita menarik-narik kepalaku, meremas rambutku sambil mendesah-desah… Kepala dildo mulia aku gesekkan ke bibir vaginanya, membelah mencari ruang untuk masuk… Lendir yang dikeluarkan, bercampur liur ku ditambah cairan pelumas dari kondom membuat semakin licin, sedikit demi sedikit aku dorong masuk… lenguhan panjang dan gerakan pinggul keatas saat kepala dildo masuk ke vaginanya … kembali aku tekan, pinggulnya tidak berhenti bergerak-gerak, aku menegakkan badan ku, meremas dan menghisap payudaranya, bersamaan dengan aku menekan dildo masuk lebih daam dengan badan ku… Rosita menggelepar-gelepar .. kembali ku tekan dengan tangan sampai yang paling dalam, bagian yang bisa berputar sudah masuk ke liang vaginanya.. sesaat aku diamkan agar vaginanya beradaptasi dengan dildo itu.. lalu ku tekan tombol yang membuat berputar seperti mengurut bibir luar vaginanya .. ia mendesah …

“Aaaaah .. pak” sambil menggelinjang.. lalu ku tekan tombol yang kedua, yang membuat batang dildo bergerak berputar.. disini Rosita tersentak.. tangannya berusaha mencabut dildo itu dari vaginanya, tapi aku tahan, ia mendesah dengan sangat keras ..
“Aaaaah paak… udah .. udaaaah .. aaah” sepertinya akan klimaks, gerakan memutar batang dildo didalam vaginanya mungkin seperti dirasa ada yang menggaruk diseluruh dinding vaginanya yang sensitif… Aku matikan kedua tombol, supaya ia tidak segera klimaks dan menghentikan pelajaran yang sedang aku berikan….

Bagian dildo yang seperti taji yag dapat bergetar untuk menstimulir klitoris, aku tempelkan ke klitorisnya yang menonjol, lalu ku tekan tombol yang ke tiga, yang membuat taji itu bergetar, Rosita terhenyak kembali, pinggulnya sampai terangkat-angkat..
Aku mulai menggerakan dildo keluar masuk masuk lubang vaginanya ..
“Tuh lihat yang .. sudah masuk semua” kata ku .. ia hanya melihat sekilas lalu kembali menyandarkan kepalanya, aku menggerakan tanpa melakukan apa pun .. hanya dildo yang menancap…
“Kamu yang gerakin.. kocok ..” kata ku membujuk ..
“Engga aah pak.. bapak aja yang gerakin… aaah” jawabnya, ketika aku tekan lebih dalam..

Aku tari tanganya ikut memegang dildo itu bersama tangan ku.. aku gerakkan keluar masuk, makin lama makin cepat.. Rosita mendesah tidak karuan, kepalanya menggeleng keras, pinggulnya bergerak tanpa henti, kadang cepat kadang lemah.. Tangan sengaja tidak menggerakan dildo, ia yang mulai menggerakan sendiri walau lemah, mungin masih khawatir melukai vagiannya .. setiap kali jalu yang bergetar menyentuh klitarisnya, ia menghentakkan pinggul nya..
Tahap selanjutnya aku ingin membuatnya mencapai klimaks dengan dildo tersebut… lalu dildo aku kocok cepat.. ia mendesah-desah…

Sepertinya aku tidak pernah kehilangan cara untuk menggodanya .. ku kocok dengan cepat … gerakan pinggulnya semakin liar seperti akan mencapai klimaks .. lalu tiba-tiba ku cabut.. Rosita terhenyak, mata nya nanar melihat ku, sepertinya kehilangan sesuatu …
“Kok dicabut sih pak ?” katanya memelas dengan suara bergetar.. matanya seperti memohon kepada ku untuk dilanjutkan …
“Masukin lagi dong pak.. Ocha tadi sudah mau keluar” katanya memelas..
“Minta dulu dong “ kata ku menggodanya ..
“Aaaah bapak.. ayo dong.. masukin lagi”
“Minta dulu !” kata ku tegas ..
“Iyaa.. pak.. Ocha minta itu dimasukin lagi .. pliss pak” pintanya memelas..

Seketika aku sodokan dildo itu sampai dalam, lalu mengocoknya dengan cepat, Rosita terhenyak melenguh keras, pinggulnya kembali bergerak liar, satu tangannya meremas dadanya sendiri, tangan yang satu mencengkeram bahu ku ..
Aku mengocoknya dengan sangat cepat, lebih cepat dari kemampuan pinggul ku menggenjot dirinya..
Tubuhnya mengejang, lenguhannya seperti ditahan, aku sudah tahu ini sudah saatnya .. ku kocok dengan cepat dan dalam … ia mengejang hebat.. lalu ku cabut dildo dari vaginanya .. saat itu pula vaginanya menyemprotkan cairan kepuasan.. squirt .. beberapa kali semburan .. langsung aku jilat dengan rakus vaginanya yang mengedut-ngedut, saat ku hisap dengan keras badannya melengkung ke depan, tangannya memeluk kepala ku dan menekan ke vaginanya … Lenguhan keras nyaring terdengar..

Rosita kembali menghempaskan badannya ke sandaran sofa, nafasnya terengah-engah.. aku masih sibuk menghisap-hisap vaginanya.. rambut ku diacak-acak…

Setelah semua gerakannya mereda, baru aku mengangkat badan ku ..
“Enak ?” tanya ku .. sambil menggit jarinya ia mengangguk dengan genit..
“Mau lagi ?” goda ku .. Rosita tidak menjawab, tapi bangun mencium bibir ku dengan ganas,menjilat-jilat sekitar mulut ku seperti ia membersihan cairan kenikmatan yang membasahi wajah ku ..
“Enak.. tapi lebih enak punya bapak”
“Ocha tidak mau pakai itu kalau masih ada punya bapak yang bisa nojos Ocha” katanya polos…

Dildo yang habis dipakai berlumuran cairan, ku angkat dan kuperlihatkan kepadanya..
“Gimana engga enak ditojos kalau basah begini” kata ku memuji.. dengan tersipu Rosita hanya memeluk ku..

END – Merusak Gadis Lugu Jadi Liar Part 6 | Merusak Gadis Lugu Jadi Liar Part 6 – END

(Merusak Gadis Lugu Jadi Liar Part 5)Sebelumnya |Bersambung(Merusak Gadis Lugu Jadi Liar Part 7)