Agen Bola Terminal Bandar Bola Terpercaya
LAPAKDEWA LAPAKPOKER

Ceritaku Saat Jadi Pilot Part 8

Part 1 Part 2 Part 3 Part 4 Part 5 Part 6 Part 7 Part 8
Part 9 Part 10 Part 11 Part 12 Part 13 Part 14 Part 15 Part 16
Part 17 Part 18 Part 19 Part 20 Part 21 Part 22 Part 23 Part 24
Part 25 Part 26 Part 27 Part 28 Part 29 Part 30 Part 31 Part 32

Ceritaku Saat Jadi Pilot Part 8

Start Ceritaku Saat Jadi Pilot Part 8 | Ceritaku Saat Jadi Pilot Part 8 Start

Pada hari test seperti ini biasanya akan datang para kolega-kolega dari berbagai maskapai yang di undang oleh Sekolah..

Sekolahku memang selalu mengikuti alur dan kebutuhan para maskapai, dimana sekarang hampir tiap maskapai mempunyai pesawat seri berbeda-beda, tetapi ada 1 seri yang hampir rata-rata tiap maskapai punya, yaitu Boeing 737.

Hampir rata-rata panel pilot Boeing tidak terlalu berbeda jauh asal sudah paham alurnya. karena ini yang terpenting.

Di depan ruang test .. aku melihat sosok cantik berdiri dengan tangan terlipat di dadanya..

Maria .. ??? kok dia ada disini .. ??? aku ingat, kemarin dia bilang orang tuanya pemilik salah satu maskapai terkenal dunia.. hmm jadi gitu ..

Ku lihat name tag nya ternyata dari XXXXX Airlines… pantes aja datang kesini…

Kebutuhan para Pilot memang sangat tinggi, tetapi pilot yang benar-benar sesuai kebutuhan maskapai sangat sedikit, terkadang beberapa maskapai ingin pilot instant, dalam artian diterima dan siap bekerja. bahkan ada beberapa maskapai yang pesawat nya harus di grounded (Parkir di bandara).. karena kurangnya pilot untuk menerbangkannya.

Aku pun berlalu dan hanya tersenyum sesaat.. kemudian lanjut ke kelas utk melanjutkan beberapa test.

Ini test pertama yang dilakukan, jadi sedikit lebih lama, semuanya di test, dari kesehatan, dan terutama, jarak pandang.. seorang pilot harus memiliki mata yang sehat dan jelas.. karena itu, aku benar-benar menjaga mataku, di sela-sela waktu aq memakan wortel mentah, atau minum jus wortel (tanpa gula).

[Selesai Test Dasar]

Tak ada masalah, semua test ku lulus sempurna, kali ini yang membuat ku dag dig dug.. sekarang test terbang di simulator.. ya simulator, meskipun belum pesawat sesungguhnya, tetapi di simulator ini kita benar-benar ditest.. sedikit kesalahan, anda di tendang dari maskapai yang sedang menonton dari belakang.

satu persatu teman-teman ku dipanggil… hanya 30 orang di kelas ku.. kami mempunyai 10 simulator, dimana 10 murid bisa langsung test secara bersamaan.

dari ke 30 murid ini, hanya 5 orang wanita.. pilot wanita memang sangat sedikit, di sekolah cabang lain bahkan ga ada sama sekali .. beruntungnya angkatanku ada 5 wanita, lumayan lah..

Noriko ….. suara sang instruktur test..

Me : Semangat ya Noriko

Noriko : aku gugup nih

Me : Santai aja, kayak kita latihan biasa

Noriko : i’m try…

Pemilihan test kali ini secara acak .. jadi aq kebetulan di batch ke-3 .. setiap test terbang dan landing diberi waktu maksimal 2 jam. jika dalam waktu 2 jam kita ga bisa.. kita dianggap gagal test dan harus mengulang nya di kemudian hari.

Noriko berada di batch ke-2, kini dia sudah keluar dari simulator, ku lihat wajahnya campur aduk.

Me : Kenapa Noriko ??

Noriko : aku tadi hampir aja ga lulus, pas mau landing lupa narik tuas ban.. gila gak tuh, landing gak pakai ban …

Me : hahahaa .. aku terkeke ketawa.. kamu terlalu grogi sih ..

Noriko : iya begitulah..

4 jam berlalu, kini giliran ku… aku pun melangkah ke simulator.. Noriko aja tadi grogi.. kok pas masuk kesini jadi dingin gini ya… grogi pun melanda ku juga.. ku tarik nafas dalam dalam.. dan ku kosongkan fikiran yg lainnya bak seorang pendekar yang bermeditasi…

ketika ku buka mataku ,, ku hampiri Kokpit dan duduk dengan tenang..

[Kokpit]

Ku mulai prosedur persiapan sebelum menyalakan mesin pesawat … tek tek tek tek tek … suara switch berubah-ubah… setelah ku lihat prameter nya berjalan semua.. dan… brrreeeeemmmmmmmm … mesin perlahan2 memutar … ku cek kembali beberapa parameter lainnya..

Kemudian ada suara dari ATC yang memberi instruksi kecepatan angin, ketinggian pesawat, runway untuk take off.

setelah semuanya selesai, pesawat segera menuju runway yang telah disediakan dan wuuusssss wusss wussssss… pesawat terbang tanpa kendala …. ku naikkan tuas ban agar ban tersimpan dengan aman.. tentu saja ini penting, pesawat komersial jika ketika ban tidak bisa masuk maka bisa jadi kendala serius..!!!

20-menit berlalu… saatnya untuk landing … ini merupakan test paling penting, karena kita harus mengatur kecepatan dari ketinggian ke rendah tanpa harus kehilangan dorongan pesawat … walau kelihatannya sepele.. tapi jika gagal.. pesawat bisa terjatuh.. atau yang paling sering tergelincir.. bayangkan jika keadaan pesawat full penumpang.. tiba-tiba jatuh karena kehilangan dorongan angin.. bisa berabe ..

Selama perjalanan, pesawat terus terhubung ke ATC.. dan segala sesuatu harus di informasikan ke ATC. utk landing juga begitu, ATC akan memberikan informasi kapan landing dan runway mana yang digunakan pesawat, karena jangan sampai pesawat tabrakan ketika di runway.

ku mulai mengatur satu demi satu switch yang digunakan untuk landing … kemudian ku turunkan tuas ban . tanpa tergesa-gesa.. tangan ku menegang memegang kemudi pesawat… ku turun dan tarik perlahan agar moncong pesawat ke atas dan buritan yang dahulu ke bawah tanpa kehilangan momentum … setelah ban mulai mendarat.. segera tuas rem ku tarik…. nguummmmmmm bunyi mesin terdengan sedang mengerem.. landing sempurna..

aku pun menarik nafas lega .. test nya berjalan sempurna ..

sekeluarnya aku dari kokpit.. ku lihat Noriko melihatku .. ku sapa dia dan berbincang-bincang sederhana..

Karena test kali ini sudah selesai.. maka kami pun kembali ke kediaman masing-masing..

[Bersambung]

END – Ceritaku Saat Jadi Pilot Part 8 | Ceritaku Saat Jadi Pilot Part 8 – END

(Ceritaku Saat Jadi Pilot Part 7)Sebelumnya |Bersambung(Ceritaku Saat Jadi Pilot Part 9)