Agen Bola Terminal Bandar Bola Terpercaya
LAPAKDEWA LAPAKPOKER

Berbagi Itu Indah Part 2

Part 1Part 2Part 3 

Berbagi Itu Indah Part 2

Berbagi Itu Indah Part 2

Chapter 2 : Sebuah Pelatihan

Hari ini hari Sabtu, rumah Echa kosong semenjak ibu dan bapaknya pergi keluar kota untuk menghadiri resepsi pernikahan kolega bapaknya. Dikamarnya, Echa dan aku sedang saling bertelanjang tanpa sehelai benangpun saling menikmati tubuh satu sama lain.

“Uuuggggh…. aaahhh… terus mas…”, lenguh Echa menikmati kuluman di putingnya

Kumainkan puting kecilnya dengan lidahku dan begitu kunikmati pentil susunya yang kecil itu.. Kuratakan liurku membasahi areola dan puting susunya. Secara perlahan kugigit putingnya yang mungil itu dan membuat tubuhnya menggelinjang penuh nafsu

“Slurupp.. sluruppp…”, kukenyot terus putingnya secara bergantian dan sesekali kupilin ujung puting susunya dengan tanganku membuatnya melenguh penuh kenikmatan.

Kemudian setelah puas menikmati puting susu Echa, aku ubah posisiku dan kukangkangi wajahnya dengan penisku yang sudah menegang. Dengan sigap Echa paham keinginanku dan meraih batang penisku yang sudah keras. Langsung dilahapnya penisku yang sudah tegang memenuhi bibirnya yang tipis itu

Batang penisku terasa nyaman dan hangat ketika berada di mulut Echa, dengan penuh nafsu dikulumnya penisku sambil sesekali dimainkan dengan lidahnya lubang pipisku.

“Aaaaggghh… Enak banget yank… Nakal banget kamu” rancauku

“Kan kamu yang ngajari”, jawab Echa sambil terus mengurut penisku dengan bibirnya yang tipis

“Kapan? kamu aja yang bakat binal”, elakku

“Oiya? kalau gitu ayo nikmati tubuh aku ini”, goda Echa sambil memberikan jalan agar ku bisa menjilati vaginanya

Kuimbangi permainannya dengan mulai melumat lubang vaginanya dengan lidahku

“Aahh… Mas.. Geli”, desah Echa

Kaki Echa semakin mengangkang membiarkanku menikmati tiap mili vaginanya. Kuseruput terus cairan kewanitaannya yang semakin lama semakin banjir. Aroma vaginanya yang sangat khas antara asin, asam, gurih, dan sedikit manis itu sangat membuatku bergairah. Permainan 69 kami terus berlanjut dan semakin ganas.

“Penis nakal”, kata Echa

“Nakal ya kamu 1 kontol kayaknya kurang muasin kamu ya?”, kataku menggoda Echa dan kurasa dia semakin menikmati imajinasinya

“Uuggghh… Aaaaahhh… Terusss..”, erang Echa dan kurasakan lubang vaginanya semakin banjir saja.

“Lonte cabul… bayangin banyak kontol langsung sange… becek tuh mekimu!”, kata2ku semakin menjadi-jadi

“Ayo perkosa cewek lacurku ini.. Pakai semua lubang yang ada ditubuhnya.. Nikmati keindahan lonteku ini”, kataku semakin mensugestinya

“Aaahhh… Iyaaa.. Iyaaa… nikmati tubuhku… Pakai aku sepuasmu.. Enak Mas.. Masukin Mas.. Aku dah siap kamu perawanin…”, rancau Echa semakin menggeliat hebat dan semakin mengangkang dan oralan yang dia lakukan pada penisku pun semakin terasa kuat.

“Ohhhh.. yaa?? keperawananmu akan dinikmati oleh banyak kontol.. Sabarlaahh… saat itu kamu akan benar2 menjadi lonte!!!”, kataku san kurasakan penisku mulai berkedut kedut.

“Aarrrgggh… crot crot crot…”, kutumpahkan semua spermaku ke dalam mulut pacarku itu. Kutahu dia kaget dan belum siap menerima semprotanku yang tiba tiba itu.

“Lho mas kok sudah keluar? Aku masih mau main nih…”, rengek Echa

“Betul kan kataku, kamu memang ngga bisa puas cuma dengan 1 kontol”, kataku sambil meraih handphone yang tergeletak disampingku.

Kuambil Handphone itu dan segera kuabadikan wajah Echa dengan bibir yang masih berlumuran sperma itu. terlihat sangat nakal.

“Hmmm.. jangan mulai deh, aku cuma mau penismu mas… btw, kok difoto sih?”, tanya Echa

“Biar kamu bisa ngalahin kenakalan Anya, kamu harus kirim foto ini”, jawabku membujuknya

“Oh iya bener juga, nanti kalau dia kirim foto dia sama pacarnya lagi, aku bakalan balas dengan foto ini. Aku minta ya mas”, jawab Echa

Aku setuju saja dan kukirimkan foto itu ke WA pacarku.

“Ya Ampun… Nakal sekali ya aku bisa sampai berlumuran spermamu gini”, kata Echa tak percaya melihat fotonya sendiri yang tampak sangat binal dan murahan.

“Iya dong, kamu harus pede yank.. kamu cantik dan sexy, sangat menggoda pastinya, dan membuat aku semakin bangga punya kamu”, kataku membujuknya

Lalu sebuah ciuman hangat, mendarat ke bibirku..

“mmmmhhh…”, bibir lembut Echa mencoba menciumi bibirku

Aku balas saja ciuman lembutnya untuk membuatnya terasa nyaman.

“Jangan tinggalin aku ya mas, Aku dah kasih kamu semuanya…”, kata Echa

“Semuanya? Kan aku belum ambil keperawananmu yank…”, kataku

“Iya, tapi kalau kamu mau ambilpun aku ngga papa mas.. Asal jangan tinggalin aku ya..”, kata Echa merajuk manja sambil kembali mencium bibirku

“Iyaa Yank… aku masih belum mau ambil keperawanmu karena aku masih belum siap kalau kamu hamil yank..”, kataku

“Makasih ya Mas, udah serius sama aku”, kata Echa mulai manja.

“Iya, Asal kamu mau melayani semua imajinasi liarku yank. Aku bakalan makin sayang sama kamu”, kataku mulai membujuknya

“imajinasimu seperti apa mas?”, tanya Echa

“Yaa.. Aku mau kelak istriku bersedia berpakaian yang sangat menarik lawan jenis, entah mengapa dengan bertindak seperti itu, membuatku semakin bangga dan semakin sayang”, jawabku

“Kok gitu sih mas? bukannya harusnya kamu jaga tubuhku ya biar ngga dinikmati pria lain?”, kata Echa bertanya tanya

“Iya itu mah standard yank, ada seseorang yang begitu pelit sehingga dia tidak mau berbagi, ada pula orang yang dengan senang hati berbagi-bagi, seperti aku ini”, bujukku

“Jadi kamu rela tubuhku dibagi2?”, tanya Echa

“Iya Yank, aku semakin bangga jika kamu mau membuka keseksianmu itu buat orang lain. Bukankah wanita itu harta yang berharga? coba kamu bayangin harta yang berharga saja bisa dengan ikhlas aku bagi. Harusnya kamu bangga dong punya cowok yang suka berbagi seperti aku ini”, bujukku lagi

“Hmmm.. iya sih, tapi masih terasa aneh aja”, kata Echa

“Udah gapapa, nanti seiring berjalannya waktu kamu ngga akan canggung lagi dan paham apa yang kurasakan. Pelan-pelan aja”, Kataku

“Iya deh, aku ngikut kamu aja yang penting kamu jagain aku dan ngga ninggalin aku sampai kita nikah”, kata Echa sambil membenamkan kepalanya ke dadaku

Kemudian kami segera bangkit dari ranjang dengan kondisi tubuh yang masih telanjang. Echa bergegas menuju ke kamar mandi dengan hanya membawa handuk untuk membersihkan sisa2 sperma dan keringat yang ada pada tubuh mulusnya

Akupun mendapatkan ide gila untuk sedikit mengerjai Echa. Kuraih HPku dan segera kupesan makanan dengan layanan online karena perutku yang memang terasa lapar karena sejak pagi memang belum sarapan. Kupilih restoran yang agak jauh dari rumah Echa agar tidak diantar terlalu cepat.

Kulihat driver yang kudapatkan adalah seorang bapak bapak yang sudah berusia sekitar 45tahunan dengan bintang 4.

“cocoklah… hehehe”, batinku

Kulihat kunci kamar Echa masih nyangkut dilubang pintu, kukunci saja pintu kamarnya dan kusembunyikan kunci tersebut dengan maksud agar dia tidak bisa mengambil pakaian ganti.

“Hehehe… Mantab nih, rasain kamu yank biar kamu terbiasa mulai sekarang”, batinku sambil menyeringai mesum membayangkan apa yang akan terjadi.

Selang 15 menit Echa keluar dari kamar mandi, tubuhnya terasa harum dan terlihat sangat sexy karena handuk yang menutup tubuhnya hanya sebatas dari dada sampai dengan pantat saja.

“Oh iya yank, nanti kalau ada yang antar makanan kamu terima ya. Barusan aku pesen makanan, habis laper banget setelah buang sperma. hehe.. ini uangnya”, kataku sambil menyerahkan uang 100ribuan

“Oke mas, nanti aku terima”, kata Echa

Akupun bergegas menuju kamar mandi dan mulai membersihkan diri. Sengaja kran tidak aku nyalakan agar aku bisa mendengar kondisi suara di luar. aku mulai mengguyur badanku dengan gayung dan mulai mandi. Setelah selesai membersihkan keringat, akupun memutuskan untuk BAB sambil menunggu bapak ojol datang mengantar makanan.

tak lama Echa menggedor2 pintu kamar mandi.

“Mas, kamu tahu kunci kamarku ngga? kok kamarku terkunci ya? Aku jadi ngga bisa ganti baju nih”, tanya Echa

*Teng Teng Teng* belum sempat aku menjawab, terdengar suara pagar rumah Echa diketuk ketuk sepertinya dari bapak ojol

“Lho Mas… makanan pesananmu sudah sampek nih aku belum pakai baju, cuma pakai handuk aja ini”, kata Echa sedikit panik

“Wah gimana ya Yank? gapapa kamu terima dulu aja. Aku lagi BAB nih nanggung belum selesai”, kataku beralasan

“Iihhh.. Yaudah, aku terima dulu”, kata Echa sepertinya sedikit kesal

Akupun menunggu dikamar mandi sambil BAB agak lama agar memberikan waktu buat si bapak ojol melihat keseksian pacarku.

10 menit kemudian akupun keluar kamar mandi dan mencari dimana pacarku, dan ternyata dia sedang ada diruang makan untuk menyiapkan makanan sambil masih tetap hanya memakai handuk yang hanya menutup dada dan pantatnya sebagian

“gimana yank?”, tanyaku memastikan

“apanya?”, jawab cewekku itu dengan jutek

“Ya bapak ojolnya. Ngga ada masalah?”, tanyaku

“Ya kamu tuh mas yang jadi masalah”, katanya sambil mencubit pipiku

“Aduududduhhh..”, kataku menahan sakit.

“Kamu tu ya kalau ngerjain aku ngga kira2, untung bapaknya ngga macam2”, kata Echa

“Ngerjain gimana? Ayo critain sini. hehehe”, kataku

“Iyaaa, pakai sembunyiin kunci kamarku segala sampai aku gak bisa ganti baju.. “, kata Echa

“Lho ya bukan gitu maksudku, kan kuncinya nyangkut dilubang pintu ya aku amanin, nanti kalau ada maling terus merkosa kamu gimana?”, kataku beralasan

“Iyaaa… pinter ngeles ya kamu mas.. Yasudah ayo makan dulu, ini sudah aku siapin. katanya laper tadi”, jawab Echa

“iyaaa”, jawabku sambil langsung melahap makanan tersebut

“jadi gini ceritanya, aku kan panik tuh ngga pakai baju cuma pakai handuk, sementara bapak ojolnya ngetuk pagarnya kenceng banget, aku malah takut nanti tetanggaku pada datang. Yasudah aku beranikan diri saja ke teras rumah cuma pakai handuk.”, kata pacarku

“terus terus?”, kataku semakin penasaran

“Ya kayaknya bapaknya sempat kaget gitu kok yang terima cuma pakai handuk, bapaknya jadi salting gitu. Matanya sepertinya sedikit lirik2 kearah dadaku dan seperti menelanjangiku mas, aku kan jadi malu bangetttt… Terus kan ternyata totalnya cuma 86ribu, bapaknya ngga punya kembaliannya mas. Aku bingung harus gimana, aku putuskan untuk masuk ke dalam rumah lagi untuk nyari uang yang pas”, lanjutnya

“kamu membelakangi bapaknya?”, tanyaku

“Ya iya lah, kan aku harus masuk kerumah dulu”, jawabnya

“hehehe.. coba hadap belakang”, perintahku.

kemudian akupun mengambil hp dan memotret penampakan pacarku dari belakang dan kutunjukkan padanya

“Nih, pantatmu sexy banget kalau dari belakang. hehehe”, kataku

Echa terlihat kaget dengan penampilannya dari belakang. belahan pantatnya yang semok mulus itu terlihat hampir 70% karena handuk yang dia pakai memang gagal menutup tubuh bagian belakangnya dengan sempurna

“Lho mas… Ya ampunnn… aku maluuuuu”, kata Echa

“Hehehe… Asik pacarku mulai bagi2 keseksian nih kayaknya”, godaku

“ngawur kamu mas.. Duh mas gimana ini, aku malu…”, jawab Echa.

“gapapa, nikmatin aja yank itung2 kamu belajar memenuhi imajinasiku. Toh palingan ngga akan ketemu lagi sama bapak itu. terus lanjutannya gimana?”, kataku penasaran

“Ya aku ngga nemu uangnya mas, yasudah aku ikhlasin kembaliannya buat bapaknya. Gapapa ya mas?”, kata Echa.

“Yaa gapapa dong, kan aku sudah bilang aku suka berbagi yank.. dapat tambahan duit + dapat pemandangan pantat mulus nih bapaknya brarti hahaha…”

“Masss…. Iiihhh …”, rengek Echa.

bersambung…