Agen Bola Terminal Bandar Bola Terpercaya
LAPAKDEWA LAPAKPOKER

Berbagi Itu Indah Part 1

Part 1Part 2Part 3 

Berbagi Itu Indah Part 1

Berbagi Itu Indah Part 1

Chapter 1: Sharing Foto

“Mas, liat deh ini Anya ngga ada angin ngga ada hujan ngirimin foto dia lagi ciuman sama pacarnya”, Kata Echa pacarku sambil menunjukkan layar handphonenya

Dengan ogah2an kulirik foto yang diperlihatkan padaku itu. Kulihat Anya, teman sekelas pacarku, sedang saling melumat bibir dengan pacarnya. Nampak sekali betapa sangenya Anya ketika berciuman

“Ih Mas, ini Anya WA aku, “ini kenakalanku mana kenakalanmu?””, kata Echa membacakan WA Anya

“Nyebelin banget dia!”, imbuh Echa sambil cemberut semakin membuatku gemas melihat dirinya

Namanya Echa, siswi kelas 3 SMA Negeri di suatu kota di negeri tercinta ini, usianya yang sudah lebih dari 18 tahun tidak lantas membuatnya lebih dewasa. Pacarku ini memang childish dari dulu. sifat kekanak kanakan dan keluguannya itu yang membuatku suka gemas melihatnya.

“Terus maumu gimana?”, tanyaku sambil asyik memainkan game battle royale di handphoneku tanpa memandangnya sedikitpun takut konsentrasiku pecah

“Ayo kita balas yang lebih lagi mas, biar dia tau kalau aku juga bisa”, pintanya

“mau balas gimana? Eh anjir kabur musuh gua”, tanyaku sambil terus asyik bermain game itu

“Ya kamu ngapain aku gt lho mas, terus kita kirim ke dia”, jawab Echa

“Hah? ngapain? ogah ah gak penting..” jawabku mantab

“Iiihh, kamu itu nyebelin”, katanya sambil melempar bantal sofa ke arah mukaku

“Aduhh!! (Duar..) Anjir mampus gw kena sniper, gara2 kamu yank”, kataku protes

“bodoamat”, jawab Dina sambil cemberut

****

Namaku Rio, seorang mahasiswa semester pertengahan. Sedikit cerita aku mulai berpacaran dengan Echa kurang lebih sejak setahun yang lalu, berawal dari iseng add sosmednya yang sering menampilkan foto selfie dengan senyum indahnya. Wajahnya yang imut dengan kulit kuning langsatnya membuatku terpana saat itu. Dengan kerudung yang selalu menutup rambutnya yang lurus sebahu memenuhi hampir seluruh feed medsosnya. Perkenalanku dengan Echa berawal dari private message, lanjut tukeran no hp, janjian, ketemuan, jalan bareng dan jadian hingga saat ini

Memang selama pacaran, aku sudah sering petting dengannya, tetapi tidak sampai ML. bisa berabe kalau dia sampai hamil sementara aku masih belum menyelesaikan kuliahku dan belum bekerja pula.

Echa meskipun lugu dan childish, tetapi cukup paham berbagai macam gaya seks. Terbukti bagaimana liar dirinya ketika petting denganku, sampai bisa membuatku muncrat ke tubuhnya. Entah insting atau memang sudah melakukan dengan pria lain sebelumnya, aku tidak tau dan tidak ada niat untuk kutanyakan, takut menyinggung perasaannya.

***

“Yank, aku pulang dulu ya. Ada janji nih sama teman2ku buat ngopi”, kataku sambil memakai jaket hoodie yang biasa kukenakan

“Teman2 siapa? lebih milih teman temanmu nih daripada aku?”, katanya merajuk manja

“Bukan begitu sayangku Echaaa… Tapi emang udah janjian dari minggu kemarin ngga enak kalau dibatalin.”, jelasku kepadanya

“Aku ikut ya mas”, pintanya

“Gak usah, ntar kamu malah bete karena disana pasti pada merokok, kamu kan anti sama asap rokok?”, bujukku

“Hmmm…”, jawabnya singkat

“Janji deh kapan2 aku kenalin kamu ke temen2ku”, kataku meyakinkannya

“Iya Iya… Yasudah ati2 dijalan, jangan lirik lirik cewek lain”, katanya

“Siap Sayang”, jawabku

Akupun langsung menstarter motor sportku dan pamitan dengannya. Tidak lupa aku pamitan dengan mamanya Echa terlebih dahulu. Echa ikut mengantarku ke depan rumahnya lalu mencium tanganku layaknya seorang suami yang berpamitan kepada istrinya

Akupun segera berlalu meninggalkan perumahan tempat Echa tinggal

Jalanan kota cukup padat dengan suhu yang cukup dingin malam ini. Banyak pasangan muda mudi yang berboncengan mesra mengendarai motor dengan kecepatan rendah menikmati suasana kota. Aku sengaja melambat ketika melihat seorang cewek yang sedang dibonceng cowoknya berjalan perlahan di sisi jalan. Kulihat cewek itu mendekap erat pacarnya dari belakang diatas motor ajag modifan itu. Kaos cewek itu sangat ketat sehingga tidak mampu menutup bagian belakang tubuhnya dengan sempurna. Belahan pantatnya sedikit terlihat di balik celana jeans ketat yang dipakainya, nampak indah dengan kulit pantatnya yang putih mulus

“enak banget tu bokong disodoki kontol dari belakang. Hehehe”, pikirku mesum saat itu

Kunikmati saja pemandangan gratis itu selama lamanya. Si cewek juga seperti tidak menyadari belahan pantatnya dinikmati pengendara dibelakangnya secara gratisan. Kemudian kedua pasangan itu belok ke arah yang lain. Jadilah aku kembali membetot gas agar segera sampai tujuan

Tak berselang lama, akupun tiba ditempat tujuan. sebuah kedai kopi kekinian menjadi tempat bertemunya aku dengan kawan2ku. Aku segera masuk kedalam kedai kopi ini dan celingak celinguk mencari sekumpulan “bajingan” kawan2ku ini

“Woi, Rio!!”, akupun mendengar suara teriakan dari arah kiri.

segera kutengokkan kepala dan kulihat kawan2 bajinganku sudah duduk santai menikmati segelas kopi sambil merokok sesukanya.

“Darimana aja lu lama amat?, tanya Anto kawanku yang paling dekil

“Sory habis dari rumah Echa tadi”, jawabku sambil menaruh tas di kursi kosong dan melepaskan jaket yang kukenakan

“Wah pasti barusan dijatah ini? Hahaha”, tanya Andre, temanku yang wajahnya mirip orang India sambil menyeruput kopi hitam pesanannya

“Jatah paan, orang gw cuma main game aja disana”, jawabku

“Anjir, bening bening dicuekin, kalau gw jadi pacarnya udah gw wikwik tuh tiap ketemu si Echa”, imbuh Wawan, temanku yang maniak bokep dengan rambut gondrongnya

“Ya pantesan lu jomblo sekian lama, mikirnya ngentot mulu. Hahaha”, jawabku

“Hei, ngentot for live my bro”, kata Wawan disambut gelak tawa yang lain

“Udah udah, lu pesen dulu sana, langsung ke kasir. pilih minuman jangan pesen susu mbaknya”, kata si Anto lagi dengan maksud bercanda

“Anjir lu To, mbak kasir aja bisa bikin lu sange. Hahaha” jawabku sambil berdiri menuju kasir

Akupun segera berjalan menuju kasir, ternyata memang benar kata Anto, kasirnya memang layak bikin cowok sange, wajahnya yang manis dengan kacamata minusnya ditambah dengan baju seragam yang ketat membentuk lekuk payudara yang begitu bulat. Walaupun memakai apron, tetapi tidak mampu menyembunyikan besarnya payudara mbak kasir itu

“Selamat malam pesan apa kak?”, tanya mbak kasir itu membuyarkan lamunanku. Kulihat buah dadanya tercetak sangat ketat di apron yang dikenakannya.

Tanpa sadar aku terus memandang payudara indah itu dengan tatapan kosong.

“Eh.. susu”, jawabku

“susu yang mana? banyak ini susunya kak”,

“oiya”, jawabku dan kulihat memang banyak sekali menu susu di kedai kopi ini

“ini aja deh Banana Milk with brown sugar, banana milk berarti pisangnya dijepit susu ya?”, celetukku menggodanya

“pisangnya dijepit susu maksud kakak??”, tanya mbak kasir itu keheranan

“enggak maksud saya kan enak kalau pisang dijepit susu”, kataku semakin membuat mbaknya bingung

“eh ngga dijepit kak pisangnya. Disini kita pisangnya diblend jadi satu sama susu. gitu sih”, kata mbak kasir itu mencoba menjelaskan

“ooh gitu, yasudah gapapa itu aja”, kataku menyudahi candaanku

“Baik kakak, total 20rb ya, sebelumnya apa sudah ada pesanan? kalau belum kakak ambil nomor ini dan ditaruh dimeja yang terlihat ya kalau sudah ada pesanan ngga perlu ambil nomor lagi”, kata Mbak kasir itu sambil menyobek struk dan memberikannya padaku

“Iya tadi teman2ku sudah pesan mbak”, jawabku dan memberikan lembaran hijau pas 20rb kepada mbaknya. sambil mengambil struk pesananku

“Teman Kakak tadi nomor berapa? biar nanti kami antar pesanannya”, kata mbak kasir

“Mampus ngga liat mbak, pokoknya nanti kalau liat meja yang diisi cowok gondrong, india, dan dekil ya itu meja saya mbak”, kataku sambil kulihat mbaknya tersenyum manis sekali, si otong bagian bawahku pun sampai berontak ingin berdiri. Lalu kuputuskan segera putar badan segera kembali dan kulirik gadis yang antri dibelakangku mulai menunjukkan wajah dongkol.

akupun kembali ke arah teman temanku yang super sange2an itu dan kembali duduk di meja.

“gimana bro? betulkan kan susu mbak kasirnya mantab jiwa?” kata si Arif

“Hahaha… iya iya gw percaya”, kataku mengiyakan pendapatnya

Tit. Tit. *suara notif WAku

“Mas, dimana?”, Isi WA dari Echa

“Ini masih ngopi Yank, baru aja sampai”, jawabku

“Anya ngirimin foto lagi yang ke aku. kali ini dia kirim dadanya yang diremas remas ama cowoknya”, kata Echa

“Hehe.. Anya aneh ya? hal2 gitu di kasih liat ke kamu..”, kataku

“Iya katanya cuma ke aku aja sih mas kasih liatnya karena aku sahabatnya, Dia memang suka pamer”, jawab Echa

“Yaudah ayo kamu harus belajar pamer juga”, kataku

“maksud mas?”, tanya Echa

“Ya kamu foto sexy terus kirim ke Aku, biar aku nilai”, kataku membujuknya

“Ihhh.. tapi kan kamu sekarang masih sama temen2mu mas, nanti hapemu diintip. Lagian juga kamu udah tau bentuk tubuhku”, kata Echa

“Aman kok, lagian klo diintip kan gapapa.. toh kamu juga sexy dan aku bangga punya kamu.. Ayo kirim, biar kamu belajar kayak Anya yang suka pamer dengan sharing foto”, bujukku

“Ih kok gt sih mas… mau nih tubuhku diliatin cowok lain?”, kata Echa

“Katanya pingin balas Anya? kamu harus berani ngelakuin yang lebih daripada dia, lebih liar dan nakal”, jawabku mencoba membujuknya

“Gitu ya mas?”, jawab Echa

“Iya Yank, kamu harus percaya diri dan ngga malu2.. Wanita tercipta dengan keseksiannya masing2 dan kamu harus bisa nunjukkin itu yank.”, bujukku lagi

“Iya udah deh, tapi jangan sampai dilihat temen2mu ya.. aku malu”, jawab echa.

“Iya iya.. Ayo buruan keburu temen2ku lirik hp ku karena penasaran”, jawabku.

“Permisi, banana milk?”, kata pegawai cafe tiba2

“Oh iya mas, saya”, jawabku sambil menerima pesanan minumanku itu

kemudian sambil menunggu kiriman foto Echa, kubuat sebuah grup WA dengan anggota kawan2 bejadku ini “Grup Tugas Biologi”, judul nama grupnya.

“Anjir ini grup apaan?”, tanya mereka hampir bersamaan.

“udah lu ga bakalan nyesel pokoknya”, kataku

tak lama kemudian hapeku berbunyi lagi

Tit. Tit *suara notif WA

“ini mas”, kata Echa mengirimkan beberapa foto pose dia sedang selfie menunjukkan keindahan senyumnya dengan tanktop putih yang menutup tubuhnya

“kurang nakal sayang. coba kamu foto lebih nakal lagi.. Lepas BHmu dan biarkan puting susumu tercetak di balik tanktopnya”, pintaku

“Ih kamu aneh aneh aja yank”, kata Echa

“Ayo lah, biar keliatan makin sexy dan menggoda sayang…”, kataku

“Iya deh pacarku yang mesum”, jawabnya

“lho kan kamu yang pingin jadi lebih “nakal”? Aku kan hanya membantumu yank biar ngga kalah sama Anya”, kataku

“Iyaaaa”, jawabnya singkat

Kemudian sembari menunggu kiriman foto dari pacarku Echa, aku kembali bergurau bersama kawan2ku ini

“Eh bro, ini grup buat apaan. Gw leave ya!”, kata Andre

“Nyesel ntar lu”, jawabku sambil memforward foto pacarku dengan tanktop sexynya

Penisku menegang hebat, lebih tegang dan keras dari biasanya. detak jantung semakin cepat karena aku memamerkan foto sexy pacarku sendiri ke grup bejad ini. Sensasi yang selama ini aku inginkan yaitu memamerkan pacarku ke orang2. Berawal dari teman2ku sendiri dan tentunya akan berlanjut semakin gila.

tit tit, jreng, tuk *nada notif WA terdengar bersamaan dan teman2ku membuka foto kirimanku bersamaan

Kulihat temanku2 terbelalak melihat foto apa yang kushare. Yaa.. foto pacarku yang kusayangi sedang selfie dengan tanktop putih sexynya tersenyum manis.

“Fakkk… sexy bro cewek lu. Biasanya Echa kalau di sekolah kan pakai kerudung, baru ini liat dia ga pake kerudung dan sexy gini.”, kata Wawan

“Wow, mantab bro… Cantik emang si Echa”, komen Andre

“Anjir, yakin lu gapapa foto cewek lu dikirim kesini?”, kata Si Anto

“Hahaha… tenang ini masih permulaan, Dia sendiri yang minta pingin nyaingin temennya yang nakal, jadi gw minta aja dia bisa lebih nakal dan binal”, kataku menjelaskan mereka dan mereka pun mengangguk paham

Kemudian, sebuah pesan masuk kembali ke handphoneku dan memang dari Echa, segera kulihat hasil karyanya. Kali ini dia foto tanpa bra dan kulihat puting susunya tercetak cukup jelas menonjol dibalik tanktop putihnya, belum lagi bulatnya payudara pacarku itu begitu tercetak sempurna dan ditambah lagi dengan wajahnya yang tersenyum cantik sekali membuat siapa yang melihatnya pasti tergoda.

“Bagus yank cantik dan sexy abis…..”, jawabku

“Hati2 lho.. jangan sampai keliatan temenmu”, jawab Echa

“Gapapa kan kamu gak bugil, apa salahnya? hahaha.. lagian kamu harusnya bangga yank punya wajah cantik dan tubuh yang sexy. pasti temenku akan suka liatin kamu”, godaku

“Jangan maaasssss.. aku maluuuu”, jawab Echa merengek

“hahaha.. iya iya…”, bujukku dan langsung kuforward kembali foto pacarku barusan ke grup ini, sambil menahan konaknya kontolku karena menjadikan pacarku sendiri sebagai objek buat kawan2ku

*tit tit.. jreng.. tuk* suara notif hanphone kawan2ku kembali terdengar

kulihat respon wajah mereka terbelalak takjub melihat foto Echa pacarku dengan kondisi yang makin sexy

“Widiiihhh… Putingnya nyembul aja tuh, gw jadi pingin liat bentuknya brooo,, syukur2 bisa netekin puting pacarmu ini..”, kata Indra gondrong

“hahaha… sabar bro, pelan2 ane binalin nih cewek”, jawabku

“mantap bro… putingnya sampai tercetak jelas gitu minta dikulum itu bro.. wajib diupdate terus ini pacarmu, makin binal dan liar”, kata Edo

“let see… hehe”, jawabku singkat

“Yank, aku kasih liat fotomu boleh ya?”, godaku

“Aiihh jangan massss… aku malu… please jangan…”, pinta Echa

“Aku jadi horny nih yank bayangin kamu pamerin keseksianmu, rasanya jadi makin sayang..”, bujukku

“Ihh.. Mamerin tubuh cewek sendiri kok malah horny? aneh kamu mas”, jawabnya

“Ya ngga aneh laahh yank.. kan bukti aku begitu bangga punya kamu yank..”, bujukku kembali

“pokoknya jangan dikasih liat ke mereka… aku aja belum tau temen2mu seperti apa…”, jawab Echa

“Oh, jadi kamu pingin liat punya mereka?”, candaku

“maksudnya mas?”, tanya Echa

“Mau liat penis mereka. hahaha… katanya pingin tau mereka”, godaku

“Yeee… Ngga aah yank, punyamu aja aku udah puas. hihihi… duh yank gara2 kamu aku kok jadi sedikit bergairah”, kata Echa

“Gara2 aku apa gara2 bayangin penis penis teman2ku? hehehe”, godaku

“Bukaan gitu sayang… ihh kamu jorok. Aku ngambek!!!”, kata Echa

“Hehe kalau ngambek malah aku kasih liat ke mereka lho.. Aku yakin pasti mereka akan memuji kecantikan dan keseksianmu habis2an”, jawabku

“Bodoamat. terserah deh!!!”, jawab Echa

“assssiiikkk.. dibolehin nih”, jawabku

*dan tidak ada jawaban berikutnya*

“ngambek cewek gw”, kataku kepada kawan2ku

“lho kenapa bro? gara2 doi tau fotonya dikasih liat ke kita?”, Tanya Andre

“Ngga lah… Gara2 ane godain biar doi bayangin kontol2 kalian. hahaha”, jawabku

“Anjay!!!! hahaha… parah lu bro”, jawab Wawan

“Emang boleh bro doi liat penis cowok lain?”, tanya Wawan

“Hahaha.. kalau gw ya gapapa lah bro, gw aja suka bayangin cewek lain masak doi ga boleh. Ya gak adil lah…”, jawabku

“Iya juga, yasudah ntar kabari aja kalau doi minat sama kontol kita. Hahaha”, kata Wawan dan disetujui kedua kawanku yang lain

“iya liat ntar aja gimana, doakan dia bisa segera jadi binal bro. hahaha”, kataku

“Aaaaamiiiinn…”, jawab mereka serentak

Bersambung….